Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 November 2012

Tutorial Instalasi & Konfigurasi Mikrotik

Tutorial Instalasi & Konfigurasi Mikrotik

Tutorial ini membahas proses instalasi dan konfigurasi Mikrotik sebagai Server. MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi linux yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router network yang handal serta mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless.

Spesifikasi perangkat minimal yang dibutuhkan yaitu:

a. CPU dan motherboard - bisa dgn P1 ~ P4, AMD, cyrix asal yang bukan multi-prosesor
b. RAM - minimum 32 MiB, maximum 1 GiB; 64 MiB atau lebih sangat dianjurkan, kalau mau dibuat proxy , dianjurkan 1GB… perbandingannya, 15MB di memori ada 1GB di proxy..
c. HDD minimal 128MB parallel ATA atau Compact Flash, tidak dianjurkan menggunakan UFD, SCSI, S-ATA
d. NIC 10/100 atau 100/1000

Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk
mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.

Untuk info lebih lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com Anda juga dapat mendownloadnya secara gratis disitus
tersebut namun hanya Free trial untuk 24 jam saja karena Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan.

Kita bisa membeli software MikroTik dalam bentuk “licence” di CITRAWEB, UFOAKSES, PC24 yang diinstall pada HardDisk yang sebelumnya download/dibuat MikroTik RouterOS ISO ke keping CD atau disk on module (DOM). Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal pasang DOM pada slot IDE PC kita.

Berikut adalah langkah-langkah instalasi Mikrotik melalui CD :

1. Setup BIOS agar dapat Booting melalui CD












Pilih CDROM pada bagian 1st Boot Device, setelah itu tekan tombol ESCAPE lalu tekan F10 dan pilih ‘Yes’












2. Masukkan CD instalasi Mikrotik setelah Loading maka akan muncul jendela awal instalasi seperti pada gambar di
bawah. Pilih semua paket instalasi menggunakan tombol panah dan tandai menggunakan tombol spasi [Space Bar], untuk mulai menginstall tekan huruf ‘i’













3. Tekan ‘y’ jika Anda ingin mempertahankan konfigurasi lama, jika ingin melakukan fresh install tekan ‘n’












4. Tekan ‘y’ untuk lanjut ke proses pembuatan partisi dan format Harddisk












5. Proses pembuatan partisi dan format Harddisk












6. Proses instalasi paket-paket yang telah dipilih sedang berlangsung















7. Proses instalasi selesai, tekan ENTER untuk reboot, jangan lupa mengeluarkan CD instalasi Mikrotiknya












8. Proses Loading untuk masuk ke sistem Mikrotik, tekan ‘y’ jika Anda ingin melakukan pengecekan pada Harddisk.












9. Jendela Login, isi Login dengan admin sedang Password dikosongkan saja, lalu tekan ENTER












10. Jika Anda berhasil Login maka akan muncul tampilan Prompt seperti pada gambar












Sebelum masuk ke proses konfigurasi, agar lebih mudah dipahami berikut saya gambarkan topologi jaringan sebagai contoh kasus yang kemudian akan kita implementasikan dalam bentuk konfigurasi Mikrotik. Ini sebagai contoh saja, aslinya Anda harus menyesuaikan dengan kondisi jaringan Anda sendiri.



















Berdasar pada gambar topologi yang sudah dibuat, ada beberapa hal yang nantinya harus dilakukan, yaitu :

Menentukan IP Address untuk Interface Public dan Local pada Gateway Mikrotik, dimana Interface Public akan terkoneksi ke Jaringan Internet sedang Interface Local akan terkoneksi ke Jaringan Local.
Menentukan IP Address disetiap Client, sesuaikan seperti pada gambar topologi.
Menentukan Routing pada Gateway Mikrotik sehingga dirinya sendiri sudah harus bisa terkoneksi ke Internet.
Mengaktifkan NAT pada Gateway Mikrotik agar setiap Client dapat terkoneksi ke Internet.
Membatasi penggunaan bandwidth download dan upload untuk masing-masing Client, seperti terlihat pada gambar topologi.
Dari hal-hal yang kita lakukan di atas menjadi panduan bagi kita untuk menentukan apa saja yang harus kita kerjakan, berikut langkah demi langkah proses konfigurasinya :
1. Langkah-langkah konfigurasi IP Address Gateway Server Mikrotik
a. Karena Gateway Mikrotik akan menghubungkan area local dan area public maka pada PC Gateway sudah
harus terpasang minimal 2 buah Ethernet Card, dalam hal ini Interface Public dan Interface Local. Sebagai
langkah awal kita harus memastikan bahwa kedua interface telah dikenali oleh PC Gateway.
Untuk itu masuk ke sistem mikrotik setelah sebelumnya Login, lalu ketikkan perintah berikut pada prompt :
[admin@MikroTik] > interface ethernet print
Jika kedua interface terdeteksi maka akan tampil seperti terlihat pada gambar













b. Konfigurasi IP Address untuk kedua Interface












2. Konfigurasi IP Address Client-01, cara yang sama dilakukan pada Client-02 dan Client-03, yang berbeda
hanyalah IP Address yang diberikan.














3. Menentukan Routing Gateway Mikrotik agar bisa terkoneksi ke Internet
a. Untuk melakukan konfigurasi pada Gateway Mikrotik kali ini kita akan menggunakan Tools bawaan Mikrotik
sendiri yang bernama WINBOX, alasan utama menggunakan winbox karena aplikasi tersebut sudah
berbasis GUI sehingga lebih mudah dan telah berjalan di atas OS Windows. Cara memperoleh aplikasi
winbox yaitu dengan mendownloadnya dari Gateway Mikrotik via Web, untuk itu sebelumnya pastikan dulu
PC Client telah terkoneksi ke Gateway Mikrotik. Cara termudah untuk memastikan hal itu adalah dengan
melakukan tes PING dari Client ke Gateway Mikrotik, jika sudah ada pesan Reply berarti telah terkoneksi
dengan baik. Selanjutnya pada client yang menggunakan OS Windows, buka Internet Explorer atau
program Web Browser lainnya lalu pada Address ketikkan alamat IP dari Gateway Mikrotik.





























b. Jalankan program winbox































c. Setting Routing ke Internet Gateway, lihat kembali gambar topologi jaringannya sebagai panduan.













4. Mengaktifkan NAT pada Gateway Mikrotik agar setiap Client dapat terkoneksi ke Internet.

a. Buka Jendela Firewall, lalu buka buka table NAT.











b. Masukkan IP Address Client dalam aturan NAT agar Client dapat mengakses Internet.













Ulangi langkah di atas untuk Client-02 dan Client-03.

c. Tampilan tabel NAT seharusnya akan tampak seperti gambar berikut.










Pada tahapan ini seharusnya semua Client sudah bisa terkoneksi ke Internet.

5. Membatasi penggunaan bandwidth untuk masing-masing Client tidak ada satupun Client yang akan memonopoli
penggunaan bandwidth. Kita akan menggunakan metode “Queue Tree” untuk membatasi penggunaan
bandwidth pada Client. Karena dengan metode Queue Tree kita akan lebih leluasa dalam menerapkan aturanaturan dalam pembatasan bandwidth, tidak demikian jika kita menggunakan metode “Simple Queue”.
a. Langkah pertama kita harus membuat aturan di Firewall pada tabel MANGLE, untuk memberikan tanda
“mark” pada paket-paket yang masuk dan keluar dari Gateway Mikrotik ke masing-masing Client.


















Gambar sebelumnya merupakan langkah untuk membuat ‘Mark Connection’ atau penanda koneksi, langkah selajutnya masih merupakan lanjutan dari langkah sebelumnya, namun kali ini kita akan membuat ‘Mark Packet’ atau penanda paket, silahkan ikuti langkah-langkah seperti pada gambar.
Langkah pertama diawali dengan meng-klik tanda ‘+’ pada Tab Mangle, seperti ditunjukkan pada langkah ke-4 pada gambar sebelumnya















Ulangi langkah pembuatan ‘Mark Connection’ dan ‘Mark Packet’ untuk Client-02 dan Client-03, yang
berbeda hanya pada bagian : Src. Address, New Connection Mark dan New Packet Mark yang
nantinya disesuaikan dengan Client-02 dan Client-03. Hasil akhirnya seperti pada gambar di bawah :









b. Konfigurasi ‘Queue Tree’, untuk besar bandwidth download dan upload untuk masing-masing Client
silahkan lihat kembali gambar topologi jaringan.
Pengaturan bandwidth download untuk Client-01














Pengaturan bandwidth upload untuk Client-01













Lakukan langkah yang sama untuk mengatur bandwidth download dan upload untuk Client-02 dan Client-03. Bagian yang berbeda hanya pada : Name, Packet Mark, Limit at dan Max Limit.
Tampilan Akhir pengaturan bandwidth untuk masing-masing Client akan terlihat seperti pada gambar berikut :










Gambar di atas juga nantinya akan dimanfaatkan untuk memantau penggunaan bandwidth Download dan Upload pada masing-masing Client.


Senin, 26 November 2012

Daftar nama distro linux

 Daftar nama distro linux

Ubuntu >> arti Ubuntu diketahui hampir semua geek, definisinya adalah “sebuah kata Afrika yang berarti ‘kemanusiaan untuk semuanya’ atau ’saya dibentuk oleh kita semua’. Distribusi Ubuntu membawa semangat Ubuntu ke dunia perangkat lunak.”
ubuntu1
Logo Distro Linux UBUNTU
PCLinuxOS >> cukup jelas, nama ini berasal dari PC + Linux + Operating System. PCLinuxOS memiliki GUI yang mirip dengan Windows untuk memudahkan transisi pemakai ke Linux. Oleh karena itu mereka menggunakan kata PC (walaupun sebenarnya PC tidak ekslusif untuk Windows).
pclinuxos_1
Logo Distro Linux PCLinuxOS
OpenSUSE >> adalah sebuah proyek SUSE open source yang disponsori Novell dan AMD. SUSE adalah akronim dalam bahasa Jerman untuk “Software- und System-Entwicklung” (pengembangan perangkat lunak dan sistem). Akan tetapi ada juga yang mengatakan bahwa nama SUSE dipakai untuk menghormati insinyur Konrad Zuse.
opensuse-logo
Logo Distro Linux OpenSUSE
Fedora >> adalah sebuah proyek Linux komunitas yang disponsori Red Hat. Nama “Fedora” ini diambil dari jenis topi (fedora) yang dipakai oleh pria di logo Red Hat.
fedora-logo
Logo Distro Linux Fedora
Mandriva >> distribusi Linux ini berasal dari Mandrake Linux yang dibuat oleh MandrakeSoft, akan tetapi MandrakeSoft kalah dari Hearst Corporation dalam hak penggunaan nama “Mandrake.” MandrakeSoft kemudian membeli Connectiva, dan hasil pencampuran ini disebut Mandriva.
mandriva_logo
Logo Distro Linux Mandriva
Sabayon >> sebuah distribusi yang dibuat di Trentino, Italia dan dinamakan mengikuti nama sebuah hidangan penutup Italia yang disebut Sabayon. Sabayon dibuat dari telur kuning, gula dan alkohol manis.
sabayon-logo-only_small
Logo Distro Linux Sabayon
Debian >> pertama kali diperkenalkan Ian Murdock di tahun 1998. Nama Debian sendiri diambil dari nama pacarnya (sekarang istri) Debra dan namanya Ian.
debian_logo
Logo Distro Linux Debian
Damn Small Linux >> sebuah distro Linux dengan ukuran hanya 50MB, sesuai dengan namanya.
damn_small_linux_logo
Logo Distro Linux DSL
MEPIS >> menurut pencipta MEPIS Warren Woodford, MEPIS tidak berarti apapun, ia hanya salah mendengar temannya yang berbicara melalui koneksi Skype yang buruk, dan menyukai nama ini.

100mepis_logo
Logo Distro Linux Mepis
FreeBSD >> memang secara teknis bukan Linux, tetapi mereka tetap bersaudara dan menduduki peringkat 11 di distrowatch. BSD adalah sebuah turunan Linux yang dikembangkan di University of California Berkeley. BSD sendiri adalah akronim untuk Berkeley Software Distribution. FreeBSD adalah saudara dari distro BSD.
freebsd-logo
Logo Distro Linux FreeBSD
CentOS >> berbasis Red Hat Enterprise Linux (RHEL) dan merupakan akronim dari Community Enterprise Operating System.
centos_logo
Logo Distro Linux Centos
DreamLinux >> sebuah distro turunan Debian berasal dari Brazil dan berpenampilan sangat mirip dengan Mac OS X. Tidak ada sejarah di belakang nama ini, hanya campuran dari dream dan Linux.
logo
Logo Distro Linux DreamLinux
Puppy Linux >> sebuah distribusi live CD yang mengutamakan kemudahan pakai. Distro ini memiliki maskot yang bernama “Puppy” yang merupakan seekor Chihuahua asli.
62dh3y1
Logo Distro Linux Puppy Linux
Kubuntu >> bisa dibilang merupakan KDE + Ubuntu = Kubuntu. Claydoh dan Martalli menunjukkan bahwa Kubuntu berarti “Untuk Kemanusiaan” di bahasa Bemba.
kubuntu_logo
Logo Distro Linux Kubuntu
Zenwalk >> Saat mengunjungi situs mereka, tagline mereka berbunyi “ever tried zen computing?,” jadi bagian Zen sudah jelas. Tetapi bagian “walk” dengan logo lumba”? Lumba” tidak dapat berjalan. Pencipta distro tsb menjelasankan. “Zenwalk digunakan agar berbunyi mirip seperti Nextstep, Os terkenal yang diciptakan Steve Jobs saat dipecat oleh Apple.”
1195422828770375433zenwalk_logo_fred_broder_01svgmed
Logo Distro Linux Zenwalk
Slackware >> diciptakan oleh Patrick Volkerding. Slackware pada awalnya adalah sebuah proyek pribadi, dan agar tidak menjadi serius, Patrick menamakan proyek ini “slack” dari Church of SubGenius yang berarti keadaan di mana seseorang menggunakan energi seminim mungkin untuk hidup.
bluepisw1
Logo Distro Linux Slackware
Knoppix >> sebuah distro Live CD yang diciptakan Klaus Knopper dan dinamakan berdasarkan namanya sendiri.
knoppix-logo
Logo Distro Linux Knoppix
Gentoo >> distro berbasis source code yang semua aplikasi harus dikompilasi dari awal untuk memaksimalkan kecepatan. Fakta ini mengubah namanya (pada awalnya Enoch) menjadi Gentoo, yaitu jenis penguin perenang tercepat.
573px-gentoo_linux_logo_mattesvg-286x30021
Logo Distro Linux Gentoo
Slax >> sebuah distro Live CD berbasis Slackware, begitu juga namanya.
slax1
Logo Distro Linux Slax
Sidux >> sebuah distro Linux berbasis versi unstable Debian dengan kode nama “Sid” yang diambil dari karakter Sid Phillips di Toy Story, biasanya menghancurkan dan menyiksa mainan adiknya Hannah. Siapa bilang geek tidak memiliki selera humor.
sidux-logo
Logo Distro Linux Sidux
Ubuntu Studio >> hanya sebuah turunan Ubuntu yang dikhususkan untuk produksi multimedia.
thumb-ubuntu_studio_final_logo
Logo Distro Linux Ubuntu Studio
Xubuntu >> XFCE + Ubuntu.
xubuntu
Logo Distro Linux Xubuntu
Foresight >> distro yang menggunakan Conary sbg package manager yg memiliki fitur rolling update, tdk seperti kebanyakan distro yg hanya memberikan update bsr 2 x setahun. Contoh, Banshee 1.0 muncul bln dpn, pemakai Foresight akan memiliki aplikasi terbaru dlm waktu kurang dari 1 minggu, sedangkan pemakai Ubuntu hrs menunggu bulan Oktober. Nama Foresight diambil krn anda akan mendptkan aplikasi terlebih dahulu dibandingkan distro” lain.
foresight-sm-logo
Logo Distro Linux Foresight
DesktopBSD >> dari situsnya: “DesktopBSD bertujuan menjadi OS stabil dan kuat untuk para pemakai desktop”.
thumb-desktopbsd1
Logo Distro Linux DesktopBSD
Red Hat >> nama dan logo ini memiliki beberapa cerita yang sangat menarik. Cerita – cerita ini akan dijelaskan oleh salah satu penemu Red Hat Bob Young : red hat
thumb-redhat-copy
Logo Distro Linux Red Hat
OpenGEU >> pada awalnya dinamakan Geubuntu, yaitu sebuah distro berbasis Ubuntu yang menggunakan GNOME dan Enlightenment sebagai window manager (”G” dan “E”). Akan tetapi karena beberapa masalah legal, kemudian nama ini diubah menjadi OpenGEU.
opengeu
Logo Distro Linux OpenGEU
Elive >> salah satu distro berbasis Debian yang menggunakan Enlightenment sebagai window manager.
elive
Logo Distro Linux Elive
Freespire >> Agustus 2005, distro Live CD berbasis Linspire dinamakan Freespire dipublikasikan diinternet secara tdk sengaja. Akhirnya berevolusi menjadi distro sendiri. Linspire, awalnya dinamakan “Lindows” akan ttp slh seorang karyawan divisi legal Microsoft melanggar merk “Windows” mereka dan mengajukan tuntutan. Microsoft kalah dipengadilan, dan memutuskan membayar $20 jt kpd Lindows utk mengganti namanya menjadi Linspire.
freespire
Logo Distro Linux Freespire
Frugalware >> saya tidak dapat menemukan sejarah nama yang terdokumentasi, akan tetapi kemungkinan besar nama ini diambil dari frugality yang berarti filosofi di mana seseorang tidak percaya kepada pengetahuan “ahli” dari pasar komersiil atau kebudayaan korporat.
logo-frugalware1
Logo Distro Linux Frugalware
Fluxbuntu >> lagi – lagi distro berbasis Ubuntu. Kali ini menggunakan Fluxbox sebagai window manager.
fluxbuntu
Logo Distro Linux Fluxbuntu
Xandros >> diambil dari nama kepulauan Yunani Andros.
xandros
Logo Distro Linux Xandros
TinyME >> sebuah distro berbasis PCLinuxOS yang kecil, namanya diambil dari dua kata “tiny” dan “me”.
tinymelogo_blue
Logo Distro Linux TinyMe
gOS >> sebuah distro berbasis Ubuntu yang memiliki integrasi kuat dengan aplikasi Google, huruf “g” ini diambil dari Google. gOS adalah kepanjangan dari ‘Good OS LLC’ yaitu nama perusahaan yang membuat distro ini.
gos
Logo Distro Linux gOS
Backtrack >> sebuah distro sekuriti dan penetration testing yang memiliki berbagai alat sekuriti dan forensik. Nama ini diambil dari kegunaan distro ini, yaitu “back tracing” (menelusuri ulang) sang pengganggu.
backtrack_logo
Logo Distro Linux Backtrack
Linux Mint >> merupakan web yang di persembahkan untuk Linux dengan tutorial dan artikel tentang distribusi dan aplikasi lain. “Mint” yang fresh, yang berarti juga kualitas, mudah di eja dan diingat dan juga dengan samar” memiliki sesuatu untuk dilakukan dengan suasana yang dingin dan menggigil dari pinguin.
mint-logo-200
Logo Distro Linux Linux Mint
Frdshare site © 2008 Template by:
Farid Ardiansyah